saya berjalan menyusuri lorong rumah sakid untuk pulang
hari itu jam 1 siang. teriknya matahari surabaya membuad badan saya yang sudah sakid semakin tak karu-karuan rasanya. iah, tau kan rasanya badan ingin meriang? ngilu di seluruh tubuh? panas yang tak kunjung datang tapi meninggalkan rasa tak nyaman.
untuk naik angkudan umum yang saya inginkan saya harus berjalan agak jauh dari rumah sakid. wah ... mata saya pedas memandangi laju kendaraan yang tidak seramai biasanya. saya melangkah tidak jelas, tak terkendali mungkin hehehe
*aku capek*
namun saya kuadkan hati untuk sampai tempad angkudan berhenti.
*sebentar lagi, ayo tahankan dirimu!*
bener, rasanya ingin ambruk saad itu juga. menutup mata dengan segera dan berusaha untuk tidur. tapi apa ya gag jadi tontonan kalo saya jadi seperti itu? hehehe
ujung jalan yang saya tuju sudah terlihad. lalu kemudian menyebrangi jalan raya besar yang lampu lalu lintasnya sedang berpihak pada saya sehingga tidak perlu berdiri menunggu lama-lama.
saya sudah berada di sisi jalan yang benar. sekarang tinggal menuggu datangnya kendaraan umum bercad hijau dari sebelah kanan. lumayan lama, karena saya hampir tak kuasa menahan keinginan untuk duduk saja di trotoar.
akhirnya datang juga, kendaraan umum itu ... lalu saya pun naik dan segera memejamkan mata ![]()
*tuhan, terima kasih ... atas sisa kekuadan pada kedua kakiku untuk menopang diriku dan atas lebih sehadnya bapakku*
sepertinya saya mulai lemah
![]()
ps: pulang dengan perasaan sedikid sedih karena di saad saya membutuhkan mereka tak merasa kalau dibutuhkan ... tapi di saad mereka membutuhkan saya berusaha ada untuk mereka ... yah, begitu lah manusia dan hidup ...