DUA HARI LALU :
dia berkata kalau dia kangen dengan saya. baru tiga hari kami tidak bertemu. sedikid tak percaya walau sebenarnya senangnya bukan main. tapi hanya menjawab "sedikid" kemudian membuat perbandingan bentuk dengan lebar ibu jari dan telunjuk untuk menjabarkannya padanya, ketika ia bertanya apa saya juga kangen dengannya. "segini (kukecilkan jarak kedua jari itu) dari segini (kulebarkan jaraknya)". dia juga berbuat hal yang sama tapi sebaliknya, "aku kangennya segini (dia melebarkan jarak kedua jarinya) dari segini (dan mempersempitnya). saya terdiam sesaat, karena senang dan karena heran bersamaan dengan dia berucap "terima kasih" pelan.
ya begitu! setidaknya saya harus bisa terbiasa dengan mebiarkan diri terhempaskan, bahwa hal itu biasa saja dari pada terbang tinggi nanti jatuh dan lebih sakid rasanya. tapi setidaknya saya bersama ujanG hari itu, biarpun entah dia kangen saya karena apa.
SEHARI LALU :
berpulang
tante saya yang di palembang berpulang ke rumahNya. kaged hanya sedikid, saya akui. kanker payudara yang dideritanya selama lebih dari empat tahun mungkin tidak bisa ditolerir lagi. kata papa sudah sejak hari minggu kemarin, tante ninik masuk rumah sakid dan koma. dan Tuhan berkehendak lain, mungkin Ia sudah rindu sekali dengannya. papa berangkad tadi pagi buad melayad. semoga tante lebih tenang di sisiNya ya? saya juga tak tahu. itu kan kata orang-orang...
HARI INI :
jomblo itu pedih, jendral!!!
saya membaca lagi "JOMBLO : Sebuah Komedi Cinta" karangan Adhitya Mulya (yang ternyata juga punya blogger : adhitya.blogspot.com).
tertawa lagi, dengan segala kekocakan percakapan dan kekacauan situasi yang mengalir dari setiap tokoh. bahwa bimo memang gila (dalam arti sesungguhnya - yang ini bikin ngakak).
menahan tangis karena haru, lagi. ketika agus jatuh cinta pada lani, dan begitu juga sebaliknya dan akhirnya memutuskan untuk berselingkuh. ketika doni dengan nasehatnya tentang perselingkuhan sahabatnya itu. ketika doni menceritakan bahwa ia menyayangi asri - yang kebetulan adalah pujaan hati sahabatnya, olip, yang tak pernah tergapai selama tiga tahun sehingga menyebabkan persahabatan mereka retak begitu saja. bahwa agus lebih memilih rita, pacar benerannya,ketimbang lani, embun paginya - selingkuhan yang harus siap akan "dibuang" begitu saja. (hiks ... itu memang bagian yang paling mengharukan!). bagian dimana dia harus kuad kalau ternyata agus, yang begitu dia cintai dan masih mengakui masih berperasaan sama sampai pada saat terakhir, memang harus berpisah dengannya dan tak bisa ia miliki.
saya hanya berkaca pada diri saya. apa saya bisa kuad jika ternyata ujanGku pergi dan menemukan tambatan hatinya? detik-detik untuk merasakan hal yang sama dengan lani sepertinya sedang tidak berjalan di tempad. masaku akan segera berakhir mungkin. waktu ujanG untuk menghilang sudah di depan mata. karena sepertinya dia sudah menemukan apa yang dia cari, hanya tinggal menghitung waktu dalam hati. dan saya harus kuad, menahan diri dan tak jatuh luluh lantah seperti beberapa waktu lalu - yang menurut saya sangatlah tidak irasional dan terlalu emosional!! :(
hanya berharap, tidak menjadi terlalu menyakidkan kalaupun saya harus kehilangan dia ...
bulan
saya melihad bulan, sangad penuh dan bersinar begitu kelam dan sendunya. agag sedikid lebih besar dari biasanya. dan saya mengaguminya. selalu begitu. setiap bulan penuh, saya menyediakan waktu untuk menikmatinya beberapa saad. dan selalu menerka-nerka siluet apa yang berlekuk di dalam bulatan putih itu. apakah itu kelinci yang sedang bermain seperti yang pernah kubaca di majalah bobo dulu? atau seorang nenek tua yang sedang duduk di kursi dan merajut? atau mashimaro yang sedang membersihkan toilet duduk dengan alat penghisap dia tangannya? andai atap rumah saya bisa saya naiki dan tidur-tiduran di sana, saya akan lakukan itu sembari menatap benda bulat bersinar indah di angkasa itu sampai saya tertidur lelap.
berhenti bercincang?
saya sedang enggan berbincang denganNya. sebelum-sebelumnya bisa sampai 6-7 kali saya menyediakan waktu untuk itu dalam sehari. entah, mungkin karena apa yang saya minta tak kunjung dikabulkan. apa saya terlalu egois? saya dan janji saya itu. terlalu perhitungan? lalu Ia sendiri apa juga tidak perhitungan? Dia dengan segala perintahNya. yang jika dilakukan Dia akan memberikan apa yang tertulis sesuai dengan sabdaNya. lalu, kalau saya berkata "saya ingin anu. tolong kabulkan dan saya janji akan kembali padaMu" apa itu salah? ada teman saya bilang (sama seperti yang guru agama smp saya bilang) : saya tidak bisa hitung-hitungan seperti itu dengan Dia. lalu apa Dia juga tidak hitung-hitungan dengan hidup kita? kalau kau tak berbuat baik, kalau kau tak berbuat sesuai dengan perintahKu, Aku juga tak kan mengubah kehidupanmu. nah! apa saya jahad ya? hanya meminta untuk menyambung kehidupan dan memohon dikabulkan? toh saya tetap akan menjalankan janji saya.
jadi siapa yang harus membuktikan duluan? saya atau Dia? atau kami berdua sama-sama makhluk egois? hah!
pertanyaan tak terjawab
saya ingin bertanya "apakah kemarin kau rindu padaku karena benar-benar rindu padaku?"
:tapi itu hanya tersimpan dalam hati dan kelunya lidah setiap aku menatap dirimu