Tuesday, August 31
HONESTY
apakah akan tetap membuatku sama dalam memandang sesuatu? apakah akan tetap saya relakan walaupun menyakitkan? apakah akan tetap saya lapangkan walaupun ingin sekali saya asingkan dari hidupku? apakah akan tetap saya sayang walaupun saya terluka? apakah akan tetap saya biarkan walaupun nantinya saya tak berdaya? apakah akan tetap saya pilih walaupun saya akan terlantarkan? apakah saya akan tetap memintanya jujur walaupun tidak menyenangkan?
atau mungkin saya akan berlari, menutup dan menolak semua kejujuran yang terkadang adalah fakta yang tak mengenakkan? mengubahnya menjadi cerita dongeng yang saya bangun untuk menyenangkan diri lalu menganggap semua kejujuran tadi adalah bohong demi terbebas dari rasa sakit ... ?
jujur kadang menyakitkan tapi melegakan tapi tetap saja menyakitkan!
dusta kadang menyelamatkan tapi tak menjanjikan tapi tetap saja terdengar melegakan!
ya begitu. jujur yang sedikid menyakitkan tapi lucu. terkadang saya menilai saya mungkin terlalu tegar atau terlalu tak mau tahu? tahu tapi membiarkan semuanya? hah! habis musti gimana? saya sendiri juga bingung. marah, tapi saya siapa. mau cuek? bisa, tapi terkadang ... sakid hati muncul juga tanpa diminta-minta. atau ... mungkin perlu disudahi? *grin* menghilang barang sebentar seperti yang lain-lain lakukan. lalu tiba-tiba putus komunikasi dan belajar melupakan beribu-ribu lembaran kenangan yang ada. apa adil seperti itu? berlari menghindar untuk tidak sakit? atau menghadapi sakit itu dan beranjak dewasa? atau ... tidak peduli sekalian, tutup mata telinga dan hati? hati saya tak tertutup, tak akan pernah tertutup. semua berkembang dengan seiringnya kejadian yang beruntun.
saya hanya terdiam setelah mendengarnya bercerita. terkadang ingin menganggap semua bidadari pemujanya adalah fana adanya. tapi apa saya mampu? karena semua itu adalah bagian dari dirinya. dan saya berusaha menerima apa adanya. sampai terburuk pun saya tak kan memandangnya sebelah mata. menegarkan diri? mungkin. lebih baik daripada saya harus berkecil hati untuk hal yang saya tahu bagaimana akhirnya. apa jawabnya kalau saya bertanya? tidak, saya tak bisa bertanya apa-apa padanya. karena saya selalu berpikir pertanyaan itu hanya ada jikalau saya adalah siapa-siapanya. dan karena jawabannya selalu kembali pada saya. dia hanya diam mengikuti mau saya. karena mungkin dia tak punya keinginan atas diri saya? apakah saya harus mempercayainya lagi? setiap huruf yang keluar dari mulutnya? setiap pengakuan yang keluar dari hatinya? setiap kejadian yang bergulir tanpa bisa saya cegah? apakah saya harus bertanya-tanya lagi? apakah saya harus tahu semua tentang dirinya? apakah kita harus saling jujur? mengapa? saya tidak bisa menjawab.
--------
segelintir percakapan dengan kakak ipar laki-laki saya di Y!Messenger
saya : how do you forget the girl you love much?
dia : we don't forget but get over it
saya : yeah, i mean get over it. do men seek attentions from a lot of women?
dia : well, if i got that chance maybe yes, i will do that. but i don't. i stayed single for a long time. i coulnd't forget mary. i didn't see her after that. what? he still likes her?
saya : well, kinda ...
dia : he still sees her?
saya : mmm , i don't think so. but he sees a lot of women! :D
dia : in that case ... you are nowhere right now ...
saya : no where?
dia : just give him a miss
saya : a miss?
dia : get him out from you life
saya : well, i just want him to stop that habbit...
dia : no one can't, both sides ... boys and girls
saya : really? i think when he finds the right girl he will
dia : yes, maybe. and that might be you
saya : i don't know about that...
dia : just don't let yourself to be serious with him ok? enjoy the thing you get from him ... keep hunting
saya : i see .. ok, maybe i will
dia : we should find a boy for you
saya : hahaha! :))
--------
atau mungkin saya akan berlari, menutup dan menolak semua kejujuran yang terkadang adalah fakta yang tak mengenakkan? mengubahnya menjadi cerita dongeng yang saya bangun untuk menyenangkan diri lalu menganggap semua kejujuran tadi adalah bohong demi terbebas dari rasa sakit ... ?
jujur kadang menyakitkan tapi melegakan tapi tetap saja menyakitkan!
dusta kadang menyelamatkan tapi tak menjanjikan tapi tetap saja terdengar melegakan!
ya begitu. jujur yang sedikid menyakitkan tapi lucu. terkadang saya menilai saya mungkin terlalu tegar atau terlalu tak mau tahu? tahu tapi membiarkan semuanya? hah! habis musti gimana? saya sendiri juga bingung. marah, tapi saya siapa. mau cuek? bisa, tapi terkadang ... sakid hati muncul juga tanpa diminta-minta. atau ... mungkin perlu disudahi? *grin* menghilang barang sebentar seperti yang lain-lain lakukan. lalu tiba-tiba putus komunikasi dan belajar melupakan beribu-ribu lembaran kenangan yang ada. apa adil seperti itu? berlari menghindar untuk tidak sakit? atau menghadapi sakit itu dan beranjak dewasa? atau ... tidak peduli sekalian, tutup mata telinga dan hati? hati saya tak tertutup, tak akan pernah tertutup. semua berkembang dengan seiringnya kejadian yang beruntun.
saya hanya terdiam setelah mendengarnya bercerita. terkadang ingin menganggap semua bidadari pemujanya adalah fana adanya. tapi apa saya mampu? karena semua itu adalah bagian dari dirinya. dan saya berusaha menerima apa adanya. sampai terburuk pun saya tak kan memandangnya sebelah mata. menegarkan diri? mungkin. lebih baik daripada saya harus berkecil hati untuk hal yang saya tahu bagaimana akhirnya. apa jawabnya kalau saya bertanya? tidak, saya tak bisa bertanya apa-apa padanya. karena saya selalu berpikir pertanyaan itu hanya ada jikalau saya adalah siapa-siapanya. dan karena jawabannya selalu kembali pada saya. dia hanya diam mengikuti mau saya. karena mungkin dia tak punya keinginan atas diri saya? apakah saya harus mempercayainya lagi? setiap huruf yang keluar dari mulutnya? setiap pengakuan yang keluar dari hatinya? setiap kejadian yang bergulir tanpa bisa saya cegah? apakah saya harus bertanya-tanya lagi? apakah saya harus tahu semua tentang dirinya? apakah kita harus saling jujur? mengapa? saya tidak bisa menjawab.
--------
segelintir percakapan dengan kakak ipar laki-laki saya di Y!Messenger
saya : how do you forget the girl you love much?
dia : we don't forget but get over it
saya : yeah, i mean get over it. do men seek attentions from a lot of women?
dia : well, if i got that chance maybe yes, i will do that. but i don't. i stayed single for a long time. i coulnd't forget mary. i didn't see her after that. what? he still likes her?
saya : well, kinda ...
dia : he still sees her?
saya : mmm , i don't think so. but he sees a lot of women! :D
dia : in that case ... you are nowhere right now ...
saya : no where?
dia : just give him a miss
saya : a miss?
dia : get him out from you life
saya : well, i just want him to stop that habbit...
dia : no one can't, both sides ... boys and girls
saya : really? i think when he finds the right girl he will
dia : yes, maybe. and that might be you
saya : i don't know about that...
dia : just don't let yourself to be serious with him ok? enjoy the thing you get from him ... keep hunting
saya : i see .. ok, maybe i will
dia : we should find a boy for you
saya : hahaha! :))
--------
enjoy the thing you get from him and keep hunting? sounds interesting ...
[bagaimana menurutmu? begitu sajakah kita? lebih enak ya? ya, mungkin seperti itu saja lebih baik]
[dB] @ 3:26 PM [
]